Keindahan Coban Sewu

How to choose a good villa in Indonesia - Globe in the Hat x Azcarya Villa
Tumpak Coban Sewu Malang Lumajang East Java Globe in the Hat

Kami menemukan sebuah air terjun yang sangat indah di pulau Jawa bagian Timur, tepatnya diantara kabupaten Malang dan Lumajang. Karena tempat ini dimiliki oleh dua daerah yang berbeda, namanya pun ada dua, yaitu Tumpak Sewu bagi orang Lumajang, dan Coban Sewu bagi orang Malang.

Menurut Globe in the Hat, apapun namanya air terjun ini memiliki pesona yang luar biasa jika dibandingkan air terjun yang pernah kami kunjungi sebelumnya. Bagaimana tidak, air terjun ini jatuh diantara tebing yang berbentuk melingkar sehingga terlihat sangat luar biasa. Jika beruntung, kamu akan melihat pelangi dibawah tebing. Sayangnya, keindahan air terjun satu ini tidak banyak diketahui oleh wisatawan, terutama wisatawan asing.

Pesona Coban Tumpak Sewu Malang East Java Globe in the Hat

Dari pusat kota Malang kurang lebih memakan waktu 3 jam perjalanan, semua kendaraan bisa digunakan, tetapi tidak disarankan menggunakan transportasi umum, rumit dan memakan waktu yang mungkin lebih lama. Dibandingkan dengan ke pantai, jalan menuju Coban Sewu jauh lebih bagus.

Ada dua pintu masuk yang bisa kalian pilih, lewat Malang atau Lumajang. Kedua pintu masuk ini sebenarnya sama saja, pada akhirnya kamu akan melewati jalan kecil yang sangat terjal jika ingin turun ke bawah. Kami sarankan lewat Lumajang karena kamu bisa mampir ke Goa Tetes, point of view-nya juga lebih oke. Goa Tetes adalah goa kecil disebelah Coban Sewu, goa ini memiliki tetesan air sehingga dinamakan goa tetes.

Goa Tetes Lumajang East Java Globe in the Hat

Harga tiket masuk sebesar Rp 15.000, tentu sangat murah untuk wisatawan khususnya wisatawan asing. Tetapi, wisatawan luar negeri mungkin bisa sedikit berhati-hati dengan oknum lokal yang ingin meminta uang lebih. Sesuai dengan pengalaman kami, tiba-tiba seorang bapak menghentikan kami dan mengaku sebagai “Guide”. Bapak tersebut bilang wajib menggunakan jasa guide karena untuk pertolongan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kejatuhan batu, dan lain sebagainya.

Awalnya kami sempat percaya, namun karena beliau berbicara dengan emosi sewaktu kami meminta tiket dan pertanggung jawaban apa yang akan dilakukan jika seandainya hal buruk terjadi, bapak tersebut tidak bisa menjawab, pada akhirnya kami tidak menghiraukan. Faktanya, jalan kami hanya kurang 50 meter sampai di bawah Coban Sewu. Untuk memastikan, kami bertanya kepada petugas loket, memang tidak ada guide resmi.

Hal yang membuat kami tidak percaya dengan bapak tadi yaitu pada awalnya bilang bahwa jasa guide wajib dan harga yang harus dibayar sebesar Rp 20.000/ orang, akan tetapi harga dinaikkan menjadi Rp 50.000 setelah tahu bahwa kami baru pertama kali mengunjungi Coban Sewu. Sebenarnya bukan masalah nominal, namun kejujuran yang harus selalu kita tegakkan.

Jalan setapak menuju bawah air terjun sangat terjal, dibuat menggunakan bambu disarankan selalu berhati-hati dan jangan menggunakan sandal jepit atau sneakers karena kemungkinan terpeleset akan semakin besar. Sebagian tangga sudah rusak, tetap waspada dengan paku yang mungkin masih tertancap.

Tangga Coban Sewu Malang East Java Globe in the Hat

Di musim hujan, volume air akan menjadi lebih besar. Kami sarankan untuk tidak turun kebawah jika tidak ingin terjebak, jalannya pun akan semakin licin. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik mengambil foto dan menikmati keindahan Coban Sewu dari atas.

Overall, Coban Sewu langsung memikat hati tim Globe in the Hat sejak pertama kali datang ke tempat ini. Kami tidak akan pernah bosan dan akan selalu ingin kembali lagi. 😉

Tips

  • Gunakan sepatu gunung
  • Bawa jas hujan, kresek sudah cukup
  • Bawa kantong plastik untuk melindungi barang elektronik

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.